Postingan

Ilusi

Ilusi itu tidak nyata, tapi semakin dipikirkan semakin nyata, tapi tetap saja menembus dan tidak bisa diraih. Aku bisa menciptakannya, bahkan tanpa tertidur pun Itu tetap seperti angin, tak bisa diraih, tak bisa dilihat hanya bisa dirasa Perasaan itu berkecamuk, semua menjadi satu tapi aku tetap ingin memilih perasaan bahagia Karena aku tak pantas terbuai oleh ilusi Aku kembali terpejam, dunia kembali menertawaiku Tawanya begitu keras, seakan bola matanya ingin melompat Aku tersenyum pilu menyadari semua yang terjadi padaku Bahkan matahari yang dengan diam menyinari bumi pun ikut tertawa terbahak bahak Sesungguhnya, alam pun tau jawabannya namun aku memang yang harus memilih Setidaknya aku tak akan memilih sebuah asa yang membuat aku ditertawakan lagi Namun pilihan yang membuat dunia dan seisi alam memelukku 29/12/13 Kolaborasi dengan pujangga yang sama.

Lingkaran Api

Lingkaran itu tak akan pernah putus Kamu,aku,dia,dan mereka sedang berputar dalam lingkaran itu Tapi sebuah ilham menghampiriku Mengajakku keluar Dan aku akan segera pergi Bukan segera tapi telah pergi Seandainya bisa kau merengkuhku kembali kedalam lagi Namun aku sudah terlalu lelah berputar Terperanjat dalam cekikan batin batin yang ingin berbahagia Entah bahagia untuk sementara atau selamanya Untuk mengutuk api-api yang berkedok malaikat Biarkan semuanya berlalu Seperti tubuh dalam arau Ku terdiam mengutuk setiap susunan sarafku untuk mendapatkan jawaban Tapi sebenarnya Tuhan telah memberikan jawaban Tepat di susunan kedua bola mataku Dan disana tidak ada kamu. 28/12/13 Di perbincangan telefon Karya bukan seorang pujangga yang berkolaborasi @tikastiwi dan @maulshiro

Rintik Alam

Aku adalah hujan yang jatuh ke sungai, hanya ke jenisku Hujan yang seperti pelangi, terlihat indah namun sebenarnya tak bisa diraih. Sebenarnya ku tahu, hujan adalah sebutir yang bersyukur tidak pernah protes di manapun jatuhnya Tapi, kenapa hujan tidak pernah bisa menjadi aku, menyatu dan tak pernah mengeluh. Aku ingin mendengar, bagaimana hujan berbicara, agar ia bisa mengajarkan aku. Hujanku, kau menari indah di depanku, kau sedang mengejekku? Aku juga bingung, katanya kau itu berkah tapi mengapa setiap kau jatuh manusia melindungi tubuhnya darimu Jadi, wujudmu apa? Hujan, diamlah Aku sedang mengamatimu Tidak bisakah kau sedikit memberiku alasan mengapa orang-orang mendoakanmu ketika kau jatuh? Kau ada, kau terasa, kau nyata, tapi kau cepat datang dan cepat juga menghilang Kau tidak pernah peduli, apa yang kau sentuh ketika engkau terjatuh Bisakah aku menjadi kamu? Satu bait ini aku mengampu kepada hujan, mau kah kau menyertai hatiku Puisi kolaborasi karya @mau...

aku ada

aku tidak pernah berusaha untuk mencari sebuah pelipur lara yang baru. Dalam malam yang panjang di hampir 200 hari ini, aku selalu berdoa dalam pilu. Tapi, pilu itu terasa ramah di bagian jiwa ku. Peluh ku memang terlihat ingin selalu mengeluh. Namun tertahan oleh sinaran janjimu yang menguatkanku. meski dengan gontai aku bertahan, berkali kali aku ingin jatuh, hampir jatuh, bahkan pernah jatuh,  tapi aku mencoba kembali bangkit menuju angan-anganku. Bukan, bukan hanya anganku. Angan-angan indah yang pernah terajut di hari hari pertama kita namun aku merasa dalam kesendirian. Aku melihat dirimu berdiri kokoh di atas sebuah permadani yang indah, Tersenyum bahagia, sangat bahagia, terdapat nama ku terukir menakjubkan Di sela sela rongga hati mu, namun kau tidak pernah melihat ku yang berada Dibawahmu. Tangan ku tidak pernah berhenti terulur. Menunggu mu. Menunggu mu menjemputku, Dan memelukku dengan erat. Aku ada disini. Keberadaan ku nyata. Tapi mungkin ...

alam dan cinta

aku tidak ingin meminta bintang untuk menerangi malam ku. aku hanya ingin bintang itu tetap menyinari kita. menemani kita merajut sebuah melodi cinta, yang tidak pernah habis. aku ingin menjauhi matahari. cahayanya memang terang. raja diatas segala cahaya. namun, ia membakar. dan bisa saja lembaran cerita kita sirna olehnya. aku ingin meminta awan, untuk selalu meneduhkan kita. menjaga seluruh perasaan kita dan tidak membiarkan hujan melepaskan genggaman kita. planet diatas selalu berputar. dan tidak pernah lelah. walau sesekali mendekati matahari, pilu, sakit dan terbakar. tapi mereka tidak pernah lelah. seperti rajutan cinta dalam diriku yang tidak pernah lelah menumpahkan semua cinta kepadamu. mungkin ada kalanya lelah. sehingga venus terlalu terang mendekati bumi. tapi ia tetap terus berputar. karena jika berhenti, tidak akan ada lagi kisah ini. dan semuanya akan berubah menjadi kelam. aku juga tidak pernah ingin langit berubah menjadi gelap. karena ketika itu, kita h...

hujan

Hujan itu menyamarkan dengan indah.. membuat resah menjadi abu-abu memberi tempat untuk tetesan yang lain untuk bersama berjalan pada genangan dari langit. membawa keluh kesah, angan, asa, serta penyesalan. Hujan itu tidak pernah meminta maaf. ketika kita dalam alunan yang bahagia, namun tiba-tiba dingin dan basah. hal-hal yang telah di rajut, namun tiba-tiba menghilang. tapi hujan tidak pernah minta maaf. karena hujan selalu membawa lantunan berkah. kita semua terlatih, terlatih menjadi pemaaf yang sempurna. ini hanya trilogi. sebenarnya hujan menyampaikan pesan pesan yang tak bersuara. kadang bersuara namun seirama. sehingga tak ada yang sadar akan makna didalamnya. namun Tuhan membuat kita, sebagai ciptaannya yang bisa berfikir. tapi tetap saja hujan tidak pernah meminta maaf.

Kekuatan

Aku berusaha menjadi batu. ketika hujan es sekalipun, tidak mudah untuk menyakitiku. aku tetap kuat, berdiri kokoh, diam, namun pilu. bagaimanapun, mereka melihat aku, kuat. Aku juga bisa menjadi tanah di pelataran merapi. meskipun tertutup banyak limpahan debu panas, meskipun tertimbun, berubah warna, aku masih tetap bisa hidup. bahkan debu itu menyuburkan ku. menguatkan aku, menjadi kan aku lebih bermakna. terkadang, atmosfer juga indah. lebih dari puluhan,ratusan,ribuan komet yang menghujam. namun dilebur menjadi pemandangan indah. meskipun pada akhirnya, entah kapan, ia tidak kuat untuk menahan api panas bertebaran itu. tapi setidaknya ia tetap kuat. tapi pasti, dengan sangat mudah aku akan menjadi batu es. ketika engkau berkata akan meninggalkan ku, dan segala yang berujung tentang perpisahan, aku akan dengan mudah melebur, karena sundutan api itu, dengan cepat membuat es mencair dan tidak berarti lagi dan itu akan terjadi,padaku. terimakasih untuk hari ini. penutup malam in...